Rabu, 08 Juli 2015

Surat terakhir untuk ayah (my Love)

Surat terakhir untuk ayah (my Love)


Ayah jika lah jalan kita memang harus terpisah,aku relakan dirimu dengan nya,di hati kita awal pertemuan kita,apa yang kita tau tentang cinta?kita hanya merasakan perasaan itu,tanpa kita tau tak ada yg kita cari di diri kita masing - masing,ingatkah engkau ayah kau memberikan ku sebuah buku,yang kau tandai tentang sebuah pernikahan yang indah,saat itu hatiku mulai bekembang,aku berdoa kau lah jodoh yang aku inginkan,kawan untuk sisa usia ku yang mengejar untuk menjadi kekasih Allah,ku percayakan dirimu yang akan datang menikahiku,menjalani rumah tangga yang indah,ku sadari kau adalah tanggung jawab ibu mu meski kau sudah menikah,namun upayaku tak sampai bahkan belum aku mulai,kau tak tau apa yang aku usahakan dihatiku,aku tak membenci keluargamu namun aku menunggu waktu kemampuanku untuk mengambil hati keluargamu,hati ku setia untuk mu meski kita jauh aku tak memalingkan perasaan ku,adakah dirimu menunggu seperti ku yah...menunggu diriku yang berusaha dan terus berusaha seorang diri,mempercayakan hati mu bahwa diriku pasti akan kembali,namun pahit yang kuterima engkau telah berdua kini,ayah kau tak pernah setia padaku,janji yang kau ucap bahwa kita akan selalu bersama kini sirna sudah,kau tak mempercayaiku,hatiku,kini kau yang hancurkan,hatimu tak mempercayaiku,hatimu ragu padaku,kini aku seorang diri,membenahi hatiku,aku harus menahan luka melihat mu,jembatan mimpi yang indah pertemuan kita akankah kembali,menyatukan semua dalam ikatan pernikahan,akankah Allah mengulurkan tangannya kembali untuk menyatukan kita,seperti awal pertemuan kita disaat kita hanya merasakan cinta tanpa kita tau perasaan yang tinggal begitu lama dan tetap utuh hingga kita bertemu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang sopan dan baik